THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Kamis, 07 Oktober 2010

Hembus ...

Kapak itu sendiri dalam rumahnya yang sarat dengan cahaya bahaya

Tergugah lurus tanpa pandangan dan hening megah istana

Ada angin kala tempo yang ringan dalam udara sejuk mencekam batin

Namun tetap diam

Selasa, 06 April 2010

Dari FiLe Tugas ...


Selalu senang. Itulah mungkin gambaran secara umum dari kehidupan masa kecilku. Tidak pernah bersedih, tidak pernah memikirkan hal yang berat, tidak pernah memikirkan cinta, tidak pernah tahu kondisi diri adalah hal yang benar-benar anak kecil. Tidak seperti sekarang, dengan berbagai masalah, dengan berbagai pikiran berat, dengan berbagai tanggung jawab.
Teringat saat aku berjalan-jalan di sebuah taman bermain bersama keluarga besarku. Aku menaiki kuda-kudaan dengan riangnya, dengan teriakan bebas lepas, tanpa beban. Setelah itu aku berfoto bersama saudara-saudara sepupuku. Wajah polos terlihat tanpa raut sedih sama sekali, senyum lebar dengan noda es krim di sekitar mulut. Kemudian aku berfoto bersama mama papa, orang-orang yang kini begitu terasa sangat berarti bagiku. Mereka memelukku, tanda sayang pada anak sulung mereka.

Kini, beranjak dewasa raga dan umurku. Masalah seperti cinta, tugas-tugas mata kuliah, tanggung jawab karena melakukan sesuatu adalah beberapa makanan sehari-hariku. Rasanya bila aku dapat diberi kesempatan, aku ingin sekali kembali pada masa kecilku. Namun mungkinkah hal itu? Aku harus bersyukur, aku harus bisa menjalani kehidupan saat ini. Aku anggap kehidupanku seperti air yang mengalir saja. Bermula dari mata air, mengalir dan berguna untuk sekitarku, kemudian ke sungai dengan berbagai sampah-sampah yang mengotori, terakhir ke laut untuk bergabung dengan semua air dari seluruh mata air dan berkegiatan disana.

Sabtu, 27 Maret 2010

Kedua KaLi ...

Apa yang kamu lakukan kalau kamu jadi satu-satunya orang yang tahu tentang keberadaan orang yang saat itu pergi dari rumah?
Kamu bakal bingung, gak tahu apa yang harus dilakukan ...
Paling utama adalah membujuk orang itu supaya mau pulang kan?
Terus kalau orang itu terus-terusan gak mau pulang, apa yang kamu lakukan?
Kabari temannya, atau siapa aja yang bisa membujuk dia pulang ...
Tapi kalau posisi kamu cuma sebagai satu-satunya orang yang tahu keberadaan orang itu, apa sih yang dipinginin orang itu?
Orang itu mungkin ingin kamu jemput dia, rayu dia, bujuk dia, biar mau pulang ...
Itu kalau posisi kamu dekat, sekarang kalau posisi kamu jauh gimana?
Gak berdaya buat menemui orang itu secara langsung karena terpisah pulau ...
Kalau kamu punya uang yang berserakan sih gak masalah ...
Sekarang kalau kamu sudah senang karena orang itu sudah mau pulang, tapi tiba-tiba kamu jadi bingung, amat bingung, apa yang kamu lakukan?
Orang itu membuat syarat padamu dan orang itu akan pulang ...
Dan syarat itu berat buat kamu katakan "ya" ...
Kamu pilih dirimu tidak mengatakan "ya" dan orang itu mungkin saja akan pulang namun entah kapan ...
Atau kamu pilih mengatakan "ya" dan orang itu pulang dengan senang namun kamu jadi merasa seperti orang bodoh yang dengan lugunya mengatakan "ya" tanpa pertimbangan?
Ini kedua kalinya aku menjadi posisi itu ...
Dan apa yang kamu lakukan kalau jadi aku?

Selasa, 23 Maret 2010

Kamu, Kopi, MiLikku, Gaya ...

Kamu siapa?
Kamu cowok bukan?
Kamu yang suka kasih aku sesuatu ...
Kamu suka kirim pesan ke handphone aku ...
Kirim kata-kata yang selalu membuat bunga mekar ...
Kamu, kamu, kamu ...
Entah ada berapa kamu yang harus ku sebut ...
Kamu suka telpon aku ...
Kamu suka hibur aku ...
Tapi kamu juga yang buat aku nangis ...
Manakala aku khawatir akan kamu ...
Buat apa aku khawatir, lebih-lebih nangis ...
Hmm ...
Tapi selalu saja terjadi ...
Di asap kopi yang kamu buat,
Selalu ada kata sayang,
Dan aku pun juga,
Mengapa aku selalu mudah sayang pada kamu ...
Pada kamu ...
Kamu ...
Kamu semuanya ...
Entah kapan menjadi milikku selamanya,
Menjadi satu-satunya,
Menjadi saling bahagia ...
Mungkin bakal ada jawaban suatu saat nanti yang entah juga kapan terjawab ...
Ku mohon dengan sangat ...
Semoga jawaban yang entah kapan itu benar-benar yang terbaik buat aku ...
Terutama buat mama ...

Hahaha ...
Gaya banget sih bikin kata-kata gitu ...
So ...
Emang lagi pingin bikin kayak gitu sih ...
Salah sendiri pikiranku ngajak aku nulis itu ...
Jadi deh tulisan yang nggak sastra banget ...
Ckckck ...

Jumat, 19 Maret 2010

See You Soon ...


"C U soon", terketik pada sebuah telepon seluler berchasing merah dan mungkin akan dikirim pada seseorang.
Hal yang sedikit mengganjal adalah tulisan yang ada pada telepon seluler tersebut. Walau pun mungkin sebagian orang tidak mempermasalahkan hal itu, namun sepertinya cukup menarik untuk dibahas.
Berkaitan dengan sastra dan teknologi informasi, hal itu mungkin cukup "bermasalah".
Dalam sastra, penyingkatan kata tidak boleh sembarangan. Seperti pada contoh di atas "C U soon". Tidak mungkin ada dalam kamus kata "C" atau "U". Dua kata tersebut adalah sebagai huruf.
Namun dalam perkembangan teknologi, hal itu sah-sah saja.
Telepon seluler tentu mempunyai sebuah jaringan operator untuk menjalankannya. Jaringan operator tentu akan mengenakan tarif tertentu untuk layanan tertentu. Untuk layanan yang dicontohkan itu adalah layanan SMS atau Short Message Service. Khusus untuk layanan SMS ini, operator tentu memasang tarif yang demikian murah namun tetap diperhitungkan keberadaannya.
Misalnya operator memasang tarif sekian rupiah untuk 1 karakter atau sekian rupiah untuk 1 kali SMS yang setara dengan 160 karakter. Maka pengguna akan menyingkat pemakaian karakter agar bisa lebih banyak mengungkapkan apa yang akan dikirimkan pada penerima pesan tersebut.
Demikian juga dengan contoh. Apabila dalam sastra, "See you soon" memakai 12 karakter, maka dalam SMS boleh diganti menjadi "C U soon" yang hanya memakai 8 karakter. Bisa lebih hemat 4 karakter untuk kata-kata lain yang bisa dikirimkan.
Kesimpulannya, sastra dalam SMS yang dalam hal ini juga termasuk teknologi informasi, tidak mempermasalahkan hal yang akan dilakukan pada penggunaannya. Toh, cara membacanya juga tetap "see you soon" kan? Yang penting kita sebagai pengguna sastra dan teknologi informasi, tahu betul apa yang kita lakukan itu adalah beralasan dan tindakan yang positif serta bukan untuk tindakan yang negatif.