Tergugah lurus tanpa pandangan dan hening megah istana
Ada angin kala tempo yang ringan dalam udara sejuk mencekam batin
Namun tetap diam
Diposting oleh NanDa . . . di 08.17 0 komentar

Selalu senang. Itulah mungkin gambaran secara umum dari kehidupan masa kecilku. Tidak pernah bersedih, tidak pernah memikirkan hal yang berat, tidak pernah memikirkan cinta, tidak pernah tahu kondisi diri adalah hal yang benar-benar anak kecil. Tidak seperti sekarang, dengan berbagai masalah, dengan berbagai pikiran berat, dengan berbagai tanggung jawab.
Teringat saat aku berjalan-jalan di sebuah taman bermain bersama keluarga besarku. Aku menaiki kuda-kudaan dengan riangnya, dengan teriakan bebas lepas, tanpa beban. Setelah itu aku berfoto bersama saudara-saudara sepupuku. Wajah polos terlihat tanpa raut sedih sama sekali, senyum lebar dengan noda es krim di sekitar mulut. Kemudian aku berfoto bersama mama papa, orang-orang yang kini begitu terasa sangat berarti bagiku. Mereka memelukku, tanda sayang pada anak sulung mereka.
Kini, beranjak dewasa raga dan umurku. Masalah seperti cinta, tugas-tugas mata kuliah, tanggung jawab karena melakukan sesuatu adalah beberapa makanan sehari-hariku. Rasanya bila aku dapat diberi kesempatan, aku ingin sekali kembali pada masa kecilku. Namun mungkinkah hal itu? Aku harus bersyukur, aku harus bisa menjalani kehidupan saat ini. Aku anggap kehidupanku seperti air yang mengalir saja. Bermula dari mata air, mengalir dan berguna untuk sekitarku, kemudian ke sungai dengan berbagai sampah-sampah yang mengotori, terakhir ke laut untuk bergabung dengan semua air dari seluruh mata air dan berkegiatan disana.
Diposting oleh NanDa . . . di 23.29 0 komentar
Apa yang kamu lakukan kalau kamu jadi satu-satunya orang yang tahu tentang keberadaan orang yang saat itu pergi dari rumah?
Kamu bakal bingung, gak tahu apa yang harus dilakukan ...
Paling utama adalah membujuk orang itu supaya mau pulang kan?
Terus kalau orang itu terus-terusan gak mau pulang, apa yang kamu lakukan?
Kabari temannya, atau siapa aja yang bisa membujuk dia pulang ...
Tapi kalau posisi kamu cuma sebagai satu-satunya orang yang tahu keberadaan orang itu, apa sih yang dipinginin orang itu?
Orang itu mungkin ingin kamu jemput dia, rayu dia, bujuk dia, biar mau pulang ...
Itu kalau posisi kamu dekat, sekarang kalau posisi kamu jauh gimana?
Gak berdaya buat menemui orang itu secara langsung karena terpisah pulau ...
Kalau kamu punya uang yang berserakan sih gak masalah ...
Sekarang kalau kamu sudah senang karena orang itu sudah mau pulang, tapi tiba-tiba kamu jadi bingung, amat bingung, apa yang kamu lakukan?
Orang itu membuat syarat padamu dan orang itu akan pulang ...
Dan syarat itu berat buat kamu katakan "ya" ...
Kamu pilih dirimu tidak mengatakan "ya" dan orang itu mungkin saja akan pulang namun entah kapan ...
Atau kamu pilih mengatakan "ya" dan orang itu pulang dengan senang namun kamu jadi merasa seperti orang bodoh yang dengan lugunya mengatakan "ya" tanpa pertimbangan?
Ini kedua kalinya aku menjadi posisi itu ...
Dan apa yang kamu lakukan kalau jadi aku?
Diposting oleh NanDa . . . di 20.42 0 komentar
Kamu siapa?Diposting oleh NanDa . . . di 07.05 0 komentar



Diposting oleh NanDa . . . di 22.32 0 komentar